Apakah Bunuh Diri Jalan Terbaik Menyelesaikan Masalah?

Apakah Bunuh Diri Jalan Terbaik Menyelesaikan Masalah? baru-baru ini kita dengar dan baca berita viral di media seorang mahasiswi Unibraw melakukan bunuh diri.

Kabar yang beredar penyebab beliau bunuh diri adalah karena di perkosa oleh pacarnya. Selain itu juga dipaksa pacarnya untuk melakukan aborsi.

Cerita lain juga berkata jika keluarganya, pihak dari pamannya, justru membullynya. Keluarga yang berjanji pada almarhum papanya untuk menjaga perempuan tersebut.

Hingga kemudian tulisan almarhumah di Quora menjadi viral dan hampir semua orang menyalahkan mantan pacar perempuan itu yang ternyata seorang polisi.

Saya pribadi tidak bisa menyalahkan almarhumah mengapa sampai tega membunuh dirinya sendiri. Sebab sesungguhnya dia benar-benar butuh sandaran.

Orang yang sedang mengalami gangguan mental, sebenarnya hanya butuh dipercaya dari orang-orang terdekatnya.

Jika tidak, dia pasti akan berkata pada diri sendiri, “orang yang dekat dengan saya saja (keluarga) tidak mau percaya, tidak mau mendengar, apalagi orang lain?

Apa yang Harus dilakukan Orang Terdekat untuk Mencegah Bunuh Diri?

Banyak tugas menunggu kita yang masih diberi kesehatan untuk membantu mereka yang mengalami depresi keluar dari masalahnya. Kita bisa melakukan beberapa hal sederhana ini kepada penderita:

Bunuh diri
Jadilah Pendengar yang Baik

1. Menjadi Pendengar yang Baik

Jadilah pendengar yang baik ketika ia sudah berani dan mau berkeluh kesah dengan kita. Karena justru akan lebih berbahaya ketika ia hanya memendam masalahnya sendiri. Seperti bom waktu dan berakhir seperti ini, bunuh diri.

Maka siapapun yang dipercayai untuk mendengarkan keluh kesahnya, dengarkan saja. Mungkin kita pernah mengalami hal yang sama atau mungkin bagi kita masalahnya ringan, tapi dengarkan dan beri nasehat jika ia meminta.

2. Agar Tidak Bunuh Diri Jangan Dibully

Kebanyakan orang justru tidak membantu, namun justru mencemoohnya. Bahkan seperti kasus yang baru saja terjadi adalah kasus pemerkosaan, terkadang kita mmerasa jijik padanya. padahal korban sudah sehancur-hancurnya, tidak ada yang percaya jika dia korban. Perempuan selalu saja disalahkan jika menjadi korban pelecehan seksual.

Cukup tempatkan diri kita pada posisinya, seandainya kita atau saudara perempuan kita mengalami hal yang sama apa yang harus kita lakukan? Memeluknya erat dan tetap memberinya dukungan bukan?

Bunuh diri
Depresi

3. Ajak untuk Terus Mendekatkan Diri pada Tuhan

Pelan-pelan dan dengan penuh kelembutan, kita ajak ia untuk terus mendekatkan diri kepada Tuhan. Sang Pencipta yang selalu tahu akan jalan keluar, meski kadang kita tidak mengerti Dia memberi kita ujian yang rasanya tak sanggup kita pikul.

Dalam islam banyak surat atau ayat yang selalu menguatkan hati kita, seperti dalam Albaqoroh ayat 185 yang artinya ” Allah tidak akan membebani seseorang diluar kesanggupannya………..).

Kemudian surat Al Insyirah yang mengatakan bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan dan itu diulang hingga 2 kali. Atau ayat innallaha ma’ana, yang artinya bahwa Allahs elalu bersama kita.

Kesimpulan : Mencegah Bunuh Diri

Bunuh diri bukanlah hal yang idanjurkan agama, dan Allah tidak menyukai perbuatan itu. Maka tugas kita sebagai hamba Allah dan makhluk sosial untuk terus meningkatkan empati kepada sesama.

Setidaknya jika kita tidak mampu berbuat baik untuk banyak orang, kita bisa menjadi penyelamat untuk satu jiwa dan kebahagiaan untuk orang-orang yang menyayangi penderita (korban).

Selain itu, korban bisa pergi ke LSM perlindungan perempuan. Di sana selain bisa mendapatkan hak sesuai hukum juga bisa mendapatkan terapi dari ahlinya.

Maka apapun masalahnya, jangan pernah putus asa ya. masih banyak orang-orang yang mencintai dan membutuhkan kita. Semangat

Satu pemikiran pada “Apakah Bunuh Diri Jalan Terbaik Menyelesaikan Masalah?”

Tinggalkan komentar